Kamis, 16 Juli 2020

GENERASI MILLENNIAL MEMANFAATKAN EPAY DI ERA NEW NORMAL

GENERASI millennial atau orang sering menyebutnya kidz jaman now yang artinya anak jaman sekarang yang serba kekinian, hits dan serba digital. Diketahui bahwa ada beberapa macam karakteristik milenial, salah satunya yaitu millennial memanfaatkan teknologi dan informasi (Hidayatullah, Waris, & Devianti, 2018).

Sebagai  agent of change (agen perubahan) dan agent of social control (agen pengawas sosial). Generasi penerus bangsa dituntut untuk terus berinovasi yang kreatif dan produktif sehingga dapat menjadi akar yang kuat bagi bangsa Indonesia. Pemuda millennial harus mampu ambil bagian dan menjadi pembaharu dalam menghadapi berbagai gejolak sosial, ekonomi, dan budaya yang timbul sebagai reaksi atas kebijakan pemerintah ataupun masyarakat. 

 Ungkapan dalam sastra Arab yang melukiskan sebuah penyesalan dimasa beruban “Aduhai alangkah indahnya jika masa muda kembali lagi hari ini, aku akan menceritakan kepahitan pada masa beruban.”

Mencermati dinamika kehidupan layaknya seperti mengayuh sepeda yang terus berubah dan kehidupan yang fluktuatif. Para pemuda bangsa Indonesia dituntut memiliki modal kuat khususnya dikalangan generasi millennial, agar kelak dimana bangsa Indonesia telah siap menuju perubahan dengan landasan Negara yang tidak menyesal. 

Ditengah situasi yang rumit ini, untuk menghadapi wabah virus covid-19 memang betul yang menjadi garda terdepan ialah para dokter, tenaga medis, dan kebijakan aparat pemerintah. Namun, untuk mengatasi permasalahan yang terjadi saat ini harus dari upaya semua elemen masyarakat termasuk pemuda millennial yang kreatif, inovatif  dan produktif. 

Peran pemuda millennial pasalnya  telah dimanjakan oleh kemudahan menyerap informasi dan Kaum muda memiliki kapasitas paham dengan teknologi sistem informasi yang terbuka. Sehingga memberikan kesempatan untuk menciptakan lingkungan dan penyesuaian diri dalam situasi apa pun, termasuk dalam menerapkan pola kehidupan yang baru atau yang bisa disebut sebagai new normal. 

Untuk menghidari perluasan dampak buruk pendemi covid-19 dan upaya menyelamatkan perekonomian bangsa maka peran pemuda millennial dapat berperan besar untuk meningkatkan pendapatan nasional Indonesia meningkat. 

Lalu, bagaimana sih cara agar kita bisa menjadi generasi milenial yang kreatif, inovatif, dan produktif, di era new normal saat ini padahal masih dilanda covid-19?

Oke, untuk menjadi anak muda yang gaul ditengah new normal yang berlandasan dengan kreatif, inovatif, dan produktif kita bisa membiasakan diri untuk melakukan kebijakan EPAY dalam kehidupan kita. 

Apa itu EPAY? Ayo semua pasti penasarankan? Yuk simak artikel kali ini. 

Berikut ini kebijakan EPAY.

EPAY adalah kepanjangan dari (E-commerce, Penulis, Aplikasi, Youtuber). EPAY merupakan kebijakan singkat yang harus dilakukan oleh kalangan millennial dengan masa new normal. 

1. E-commerce dunia millennial.
kebijakan teknologi sistem informasi yang terbuka dapat memberikan manfaat kepada pemuda millennial bangsa Indonesia. Hal ini bisa di memanfaatkan sebagai peluang besar kreatifitas, produktifitas, serta ajang inovatif ditingkat internasional. 

Kegunaan dan fungsi dari keterbukaanya akses sistem informasi ini memberikan dampak yang besar bagi perekonomian bangsa Indonesia. Contohnya dilihat dari  maraknya e-commerce yang dapat membuka lapangan pekerjaan bagi pemuda millennial dalam menghadapi kebijakan new normal.  

Lantas mengapa harus memanfaatkan teknologi e-commerce untuk menjadi millennial produktif, kreatif, dan inovatif? Kenapa tidak menjadi pembisnis baru? 

Menurut Laudon (1998), E-Commerce adalah suatu proses membeli dan menjual produk-produk secara elektronik dan konsumen dan dari perusahaan dengan computer sebagai perantara transaksi bisnis. 
Kreatifitas pemuda millennial menggunakan teknologi E-commerce dapat menurunkan biaya operasional, bahkan tanpa modal.  Menurut fakta bahwa mereka para generasi millennial memiliki kreativitas yang cukup tinggi, sehingga menimbulkan pemikiran kritis, memiliki jiwa yang agak memberontak dan terbilang mudah bosan. 

Menurut Jack Ma (founder Alibaba, top e-commerce dari cina), sekarang bukan lagi waktunya memikirkan bisnis yang mana yang terlihat keren dan bisa dimulai akan tetapi menurut pandanganya adalah bisnis yang bagus adalah bisnis yang saat ini sedang berjalan. 

Dilihat dari tingkat dari pengguna internet berusia 16 hingga 64 tahun di Indonesia pernah melakukan produk dan jasa secara online. Tidak hanya dari sisi perubahan gaya hidup konsumen akan tetapi juga bisa dilihat dari sisi kemudahan mengakses informasi mencari produk dan layanan yang relavan dan kredibel secara online.

Jadi apa yang bisa kita simpulkan dari perilaku konsumen Indonesia yang menggunakan jasa online ?

Potensi ini dilihat dari pengguna internet yang melakukan belanja online yang selalu naik tiap tahunya. Kendati demikian, akan memenangkan pasar Indonesia dengan mudah dan mendorong laju peningkatan pendapatan nasional Indonesia di masa new normal dalam menghadapi gejolak ekonomi. 

Millennial juga bisa memanfaatkan internet yang ada di smartphone, dengan mendownlod platform e-commerce sehingga menimbulkan kreasi unik untuk menjual kembali barang yang ada di platfrom tersebut. 

Tidak perlu khawatir ide ini tanpa biaya untuk pemula sebagai ajang bisnis. Kok tanpa modal kak? Iya anda hanya butuh membangun rentangan komunitas grup di media sosial anda seperti memanfaatkan grup WhatsApp, grup Facebook, dan memanfaatkan jejaringan media sosial lainnya.

Jadi dengan ada jejaringan grup akan memudahkan memasarkan kembali produk yang ada di platform tanpa membuka toko. Jadi gimana? Kamu tertarikkan untuk menjadi pembisnis tanpa modal di masa new normal ini. 

2.Penulis 
Bagaimana penulis bisa menjadikan millennial produktif dan inovatif dalam masa pendemi covid-19 dalam rentang waktu new normal ya? Dibenak kamu pasti berfikir seperti itu kan? 

Yuk simak lebih lanjut. 

“satu peluru hanya bisa menembus satu kepala, tapi satu tulisan bisa menembus ribuan bahkan jutaan kepala,” (ungkapan Sayyid Quthb). 
Jika kita mengamati lingkungan saat ini, masyarakat Indonesia lebih sering ngerumpi tanpa tahu fakta atau hoax, dari pada menghasilkan budaya menulis. 

Dilihat dari penggunaan media sosial millennial hanya memanfaatkan tulisan, hanya sebatas tulisan status facebook, WhatsApp, ataupun media sosial lainnya yang berisi tentang curhatan hati. 

Sungguh ironis bukan? Karena millennial yang seharusnya mampu menciptakan kreatifitas ditengah pendemi malah menjadi regres ditengah gonjangan dunia. Padahal hanya memanfaatkan pemikiran lingkungan, jiwa halusinasi, serta menggunakan referensi liburan dan membaca bisa membudidayakan menulis sebagai inovasi dalam berkreatifitas. 

Menulis adalah sebuah proses penyampaian pikiran sehingga membentuk wacana yang utuh dan bermakna,  (Dalman 2014:4). 

Banyak orang mempunyai ide-ide bagus di benaknya yang mampu menciptakan kreatifitas otak dan psikologis. Hal ini sangat ampuh untuk para pemuda millennial memanfaatkan tulisan mereka baik dibidang sastra atau non sastra. 
Kepenulisan akan memberikan peluang bagi pemuda millennial dalam berpengahasilan tetap loh, dalam jangka waktu 1 bulan, apalagi dimasa new normal. Loh kok bisa? Pasti itu timbul di benak kamu lagikan?  

Tidak hanya untuk tugas atau hobi, menulis juga dapat menjadikan suatu profesi. Banyak profesi yang memerlukan keterampilan menulis, seperti content writer,jurnalis,penulis naskah, dan profesi lainnya. Dengan begitu penulisan memberikan penghasilan disaat masa-masa sulit terjadi. 

Hal ini bisa terjadi juga, ketika kamu mampu merilis tulisan kamu berbentuk buku atau mempublish di aplikasi blogger, noveltoon, dan whattpad.Disini kamu juga bisa membuka kreatifitas dan produktif dimasa new normal. 

Berkaitan dengan penerbitan buku kamu secara tidak langsung membuka lapangan pekerjaan ditengah-tengah covid-19, hanya mengandalkan tulisan kamu bisa meraih mimpi dan membantu ekonomi. 

Selain memberikan dukungan kreatifitas dalam produktif dimasa new normal. secara tidak langsung dapat memberikan manfaat di diri kamu loh. 

Pemanfaatan penulisan antara lain;

1. Membantu memulihkan emosi.
2. Membuat kamu lebih terorganisir.
3. Membuat kamu berbicara lebih lancar.
4. Membantu untuk tidur.
5. Menghasilkan uang
6. Mengubah cara berpikir.

Jika kamu belum menulis banyak atau jika kamu terjadi writer block, maka hal yang harus kamu cari adalah mencari inspirasi sesuai jiwa dan kepribadian kamu. 

Selamat menjadi millennial produktif ditengah new normal dibagian hoby menulis. Jika kamu menulis sama dengan kamu membaca. Ketika kamu membaca kamu sudah meraih ilmu tanpa mengeluarkan modal juga. Habat bukan generasi millennial saat ini?.

3.Aplikasi pencinta game. 

Dimasa covid-19 menghabiskan waktu lebih lama dirumah, memberikan perubahan signifikan di dunia teknologi. Aplikasi yang tren saat pendemi ini adalah aplikasi zoom, dan google meet. yang awalnya tidak pernah menjadi bahan sebagai aktivitas, saat ini meraut keuntungan lebih besar. 
Seperti itulah tren dari teknologi mudah berkembang dan lebih cepat berkembang.

Teknologi layaknya sebuah kehidupan manusia, ia bergerak mengikuti apa yang akan dibutuhkan oleh badan. Ragam teknologi mendorong manusia agar kegiatannya menjadi serba instan atau cepat dikendalikan. 
Kita mengetahui, ada beberapa produk aplikasi buatan anak Indonesia yang pernah ramai. Beberapa diantaranya seperti Flappy Bird dan Tahu Bulat. Ya, kedua aplikasi tersebut merupakan aplikasi game yang sangat fenomenal. 
Banyak aplikasi yang telah dikembangkan diberbagai belahan dunia, dan sukses menghiasi bagian atas toko aplikasi Android. Apa kamu anak millennial pernah memiliki keinginan untuk membuat aplikasi sendiri?

Kejenuhan berkurung dirumah, letih dalam menulis, atau bisa saja sebagai menghilangkan rasa capek berkerja. Secara trasparan kebutuhan masyarakat yang kini ditengah-tengah covid-19 masyarakat saat ini hanya meliputi eksistensi dan game saja.

Tentu hal ini merupakan salah satu peluang besar dikalangan millennial untuk menciptakan kreativitas dan inovasi untuk pencinta game-game android kekinian. 

Proses pembelajaran ini memiliki tujuan untuk menginovasi dan mengasah kreatifitas anak muda millennial dalam membuat aplikasi yang sudah ada selama ini dengan memberikan modifikasi didalam aplikasi tersebut. 

Merancang aplikasi sangat menjanjikan dalam memberikan penghasilan. Bahkan pengahasilan pembuatan aplikasi melebihi gaji pns tiap bulannya. Tentu memberikan daya tarik tersendiri dikalangan millennial yang pecinta game untuk membuat aplikasi tersendiri. 

Jika kamu ingin menjadi pencinta pembuatan aplikasi maka pelajarilah semua programing dan segera praktekan, semakinlama kamu bergerak semakin kamu tertinggal. 

Gunakan ilmu penulisan dan membaca dalam menghadapi tantangan pembuatan aplikasi akan memudahkan kamu sebagai pemula untuk dapat berpenghasilan besar melebih dari pns. 

4. Youtuber generasi millennial new normal.

Dalam lapor Ericsoon mencatat,  produk teknologi akan mengikuti gaya hidup masyarakat millennial. Sebab, pergeseran perilaku turut berubah beriringan dengan teknologi. “produk teknologi baru akan muncul sebagai akomodasi perubahan teknologi ,” ujar Presiden Director Ericsoon Indonesia Thomas Jul. 
Sepanjang tahun ini, profesi Youtuber di era digital seperti ini mulai banyak di gandrungi oleh generasi millennial. Selain karena popularitas, memberikan penghasilan yang cukup menggiurkan yang dapat membuat pola pikir generasi millennial berubah dalam memilih profesi. 

Mengapa millennial merubah profesi sebagai youtuber? Sebab, jawaban bervariasi tergantung anak tersebut. Dalam hal ini youtuber merupakan profesi industri kreatif, yang menawarkan kemudahakan dalam membuat konten. 

Dalam kalangan millennial, bisa membuat konten seperti media pembelajaran yang ia pahami atau gemari, membuat konten sejarah, dan mendukung program peduli antar sesama.

Dalam pembuatan konten youtube dikalangan millennial haruslah memenuhi kelayakan standar kualitas terhadap konten tersebut, sebab akan menjadi contoh dikalangan generasi selanjutnya. 
Kreatifitas dan inovasi harus diiringi dengan perubahan struktur budaya yang ada disetiap tuntutan zaman, agar tidak menjadi progres untuk generasi bangsa Indonesia. 

Kesimpulannya, generasi millennial pada masa pendemi ini dan dalam kebijakan new normal, millennial tidak akan mengalami keterbatasan dalam berkreativitas, inovatif dalam melakukan produktivitas. Karena memang dasarnya mereka memiliki karakter yang berteman baik dengan pemanfaatan teknologi informasi tanpa batas. Sehingga, ketika semua serba pemanfaatan digital tanpa harus turun tangan dan tanpa modal mereka tetap mampu produktif serta kreatif dalam memberikan inovasi dimasa new normal. 

Bahkan dengan adanya pendemi dan kebijakan new normal, mereka akan lebih produktif dan lebih bijak dalam menghasilkan suatu yang berkaitan dengan sebuah karya baru kreativitas dan inovasi. Sebab informasi yang mudah didapatkan dan aktivitas yang tidak padat memberikan kontribusi ide yang terus mereka terima dengan mudah. 

Rancangan dalam memberikan penghasilan hanya dapat dari kegigihan para millennial itu sendiri. 

#lombaartikelmenarik #PKR_GMPKI2020 #lomnas_PKR_2020 #PKR_GMKPI2020


“sejatinya manusia diciptakan dengan sempurna dapat memberikan manfaat untuk manusia lainya. Namun, ketika sistem informasi sudah memasuki tahap tanpa batas disaat itu jugalah manusia memberikan perubahan progress menuju Indonesia emas” (Ainun Wardah).

Selamat mencoba kreativitas, serta inovasi terbaru dalam tantangan dunia digital di era new normal. Milennial cerdas berprestasi harus kuat menghadapi tantangan dan rintangan. 

Salam hangat author.